Penyakit saraf kejepit – Saraf merupakan bagian terpenting dalam pengendalian tubuh kita. Saraf terdiri atas dasar serat-serat yang akan menghubungakan organ-organ tubuh ke sistem saraf pusat. Makanya banyak pengobatan dengan totok saraf. Sedangkan bagi sistem saraf pusat tertuju pada otak, sumsum tulang belakang dan antar bagian sistem saraf lain.
Intinya otak akan mengerjakan saraf untuk mengonstruksi organ-organ tubuh sehingga berfungsi dengan baik. Tapi bagaimana saat saraf mengerjakan tugasnya malah terjadi kesalahan dan mengakibatkan saraf kejepit/terjepit.
Ini merupakan bukan hal yang sepele lagi, sebab jika hal tersebut terjadi maka akan mengakibatkan sampai kelumpuhan pada organ-orgn tubuh.
Penyakit ini merupakan bukan tak asing lagi. Sebab terkadang kita juga terkena penyakit ini saat kita membunyikan leher kita (dalam arti saat kita memiringkan leher ke kanan-kiri). Untuk saraf kejepit ringan mungkin hanya merasakan seperti ketarik sarafnya, nyeri dan sakit saat untuk menoleh. Tapi bukan bagian leher saja yang bisa terkena saraf kejepit. Bagian organ tubuh lainnya juga dapat terkena penyakit ini. Tetapi yang paling sering adalah penyakit syaraf kejepit atau jepitan urat syaraf pada servikal atau leher, di telapak tangan atau CTS (carpal tunnel syndrome), dan di pinggang.
Rasa nyeri dapat terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan. Nyeri merupakan suatu pertahanan yang menguntungkan karena dengan adanya rasa nyeri, maka kerusakan jaringan yang sedang terjadi dapat dihindari sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih berat.
Nyeri yang berlangsung lama dikenal sebagai nyeri kronik. Nyeri tersebut sangat merugikan karena pengaruhnya sangat luas dalam kehidupan kita. Nyeri yang merugikan itu dikenal sebagai nyeri syaraf dan mempunyai gejala yang berbeda dengan nyeri lainnya. Apabila hal ini terjadi pada leher, maka memungkinkan tulang rahang dapat tergeser.
Nyeri syaraf akibat gangguan syaraf penggerak otot akan mengakibatkan terjadinya kelemahan otot sampai stimulasi kontraksi otot. Demikian juga halnya jika terjadi nyeri syaraf akibat gangguan syaraf sensorik, maka akan terjadi gejala nyeri yang disertai dengan gejala kehilangan rasa, kesemutan, hingga tidak adanya rasa pada perabaan.
Untuk masalah kelumpuhan ini, bukan hanya bisa terjadi di leher, tapi juga di punggung dan pinggang. Bahkan dalam jangka panjang setelah kelumpuhan terjadi bisa menyebabkan kematian, apabila mengenai syaraf yang sangat vital (syaraf jantung/sumsum tulang belakang).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar